traces and artifacts

as if my lifelong desires have been answered

to my girlfriend

kamu inget panel manga ini?

how do we relationship

setiap kali aku aku selesai consuming media lesbian, aku selalu jadi emosional sayang, bahkan sampai nangis (terus kamu marahin aku deh). probably because how it hits really close to home that i can't help but be sentimental about it. all i can think about is myself and you.

aku selalu nggak nyangka aku bisa sampai di titik ini—di titik di mana aku bisa coming out as a lesbian. i have spent all my life pondering my sexuality, how i used to get confused about it. i thought it was normal to be interested in women; i mean i have always adored women because they are wonderful! i have always wanted to get close to women! back in the day, i didn't know whether it was an interest in wanting to be their friend or having a crush on them? but all i know is my eyes and heart would always be caught by women. aku bisa langsung menoleh tiap liat cewe cantik dan getting charmed by her beauty. tapi kalo cowo, aku nggak bisa dengan mudah noticing cowo ganteng.

aku ngerasa sekarang aku betul-betul berani ya sayang. berani karena bisa menerima diriku sendiri. berani karena bisa dengan bangga bilang kalau aku lesbian. berani karena bisa sampai pada konklusi tentang perasaanku terhadap kamu. berani karena bisa nanya aku boleh cium kamu atau nggak. berani karena bisa confessed ke kamu. berani karena bisa pacaran sama kamu. berani karena bisa ciuman sama kamu. berani karena bisa buka baju depan kamu. berani karena bisa biarin kamu sentuh, raba, jilat, isap bagian tubuhku. to think of what i have gone through this far, it's wonderful. it's lovely. i am so proud of myself sayang.

rasanya kayak, setelah bertahun-tahun aku repressing desire aku, akhirnya itu semua bisa terwujud. aku yang selama ini selalu takut buat bisa sampai ke keputusan bahwa aku suka sama cewek dan knowing what to do with those feelings. akhirnya aku tau apa yang aku mau. karena aku biasanya udah nyerah duluan. selain karena aku sukanya sama cewe yang straight, aku merasa akan terlalu membebani diriku sendiri kalau aku bener-bener pursue this love for a girl. aku takut. aku takut berakhir tragis.

tapi entah gimana, aku punya keberaniannya waktu suka sama kamu, waktu deket sama kamu. kayak aku pernah bilang, your confidence has inspired me. your pride of being a lesbian has inspired me. rasanya kayak, aku nggak perlu merasa takut. rasanya buat menghadapi kamu, aku cukup yakin dan percaya sama diriku sendiri aja, which i did. ya nggak sih sayang?

aku juga percaya, percaya banget sama kamu sayang. i believe you'll love and stand by my side, even if the world is against us. i believe you'll make an effort for both of us. i trust you sayang.

i am glad that i saved my first kiss for you. the first kiss that i know i always wanted to give it to a girl. and i am more than grateful that you're the girl, rara.

aku masih inget waktu kita pertama kali ciuman. aku malu-malu buat cium kamu duluan, tapi aku mau banget. i was really excited. itu kayak momen keberanian, kebanggaan, dan kebebasan buatku. aku nggak pernah melakukan ini semua selama 24 tahun hidup, kecuali sama kamu. true, as if my lifelong desires have finally been answered. it was exactly what i thought when we were kissing for the first time, when our lips intertwined, when i tasted your saliva. it doesn't mean that i only see you as an object of desire ya sayang. tapi rasanya tuh kayak, bikin aku tertegun karena aku bisa ngelakuinnya sama cewe? dan momen mengejutkannya adalah aku bisa melakukannya tanpa rasa takut dan bersalah? yang ada justru aku merasa bahagia banget dan bebas.

selama pacaran sama kamu, aku selalu bisa lebih berani. kadang iya, aku masih suka takut, tapi as the things progressing, aku semakin berani. kebukti kan, aku bisa berani pegangan tangan sama kamu di stasiun? di sepanjang jalan menuju kongsi8? di sepanjang kelurahan jati padang? di transjakarta? di taman langsat? di banyak tempat lainnya nantinya ya.

aku juga berani buat bisa membagikan dan mengekspresikan rasa sayang dan cintaku ke kamu ke teman-temanku dan ke orang lain yang aku percayakan.

aku bangga jadi lesbian sayang. aku bangga dan bahagia kamu jadi pacarku. makasih ya sayang, for everything.

aku cinta kamu rara. cinta banget. sayang banget. kita sama-sama terus, ya?

p.s. to remind us of our root and celebrate lesbianism, i made this for you. tolong dibukanya pakai laptop or ipad ya, soalnya kalo pakai hp nanti kepotong yang di pinggir huhu.

lesbianism 🧡🤍🩷

maaf sayang, aslinya aku mau nambahin lebih banyak gambar tapi maksimal cuma 40 blocks.

aku belakangan lagi suka liatin arsip sejarah lesbianisme karena menguatkan aku. semoga berlaku yang sama buat kamu ya sayang.

aku suka puisi yang what lesbians do in bed. line yang “since our reality is no longer theirs, we must establish our own.” such a strong closing line. rasanya itu bener-bener kayak yang setiap hari aku lakukan sama kamu, establishing our own reality, norms, standards, culture, and history. rasanya selalu ada proses learn, unlearn, dan relearn yang nggak berkesudahan. penuh tantangan memang, tapi selalu membahagiakan dan mengasyikkan karena aku jalaninnya sama kamu.